Jadi Film Horror Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Ternyata Segini Rupiah yang Dihasilkan 'Pengabdi Setan'

- Selasa, November 14, 2017
advertise pemkab bone
Film Pengabdi Setan jadi film horror Indonesia terlaris sepanjang masa. 
Wow.Bonepos.com, Jakarta - Sejak dirilis pertama kali pada 28 September lalu, Film 'Pengabdi Setan' besutan sutradara ternama Joko Anwar, berhasil merebut hati masyarakat dan menuai sukses gemilang. Tidak tanggung-tanggung, setelah diputar sebulan lebih di bioskop, film remake dari judul yang sama pada tahun 1980 yang disutradari Sisworo Gautama Putra ini sudah ditonton hingga hampir 4,2 juta orang.

Angka ini pun menjadikan Pengabdi Setan sebagai film horror Indonesia terlaris sepanjang masa, yang sebelumnya dipegang oleh Danur: I Can See Ghost dengan angka penonton hampir 3 juta.

Tak hanya itu, kini film Pengabdi Setan telah mengungguli total penonton dari salah satu film fenomenal yakni 'Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part 2' yang sebelumnya menjadi jawara dengan total penonton 4.083.190.

Selain promosi yang gencar dilakukan, baik promosi langsung atau di social media, alur cerita menarik dan berbeda dengan film horror yang lain, menjadi alasan film ini kebanjiran penonton.

Namun, pernahkah kalian memikirkan perihal keuntungan yang diperoleh film Pengabdi Setan dari hasil penjualan tiket bioskop? Redaksi Wow.bonepos.com telah melakukan penelusuran. Harga tiket tyang dijual ialah pada kisaran Rp. 30.000. Anggaplah setiap penonton membeli tiket dengan harga tersebut. Maka keuntungan 'Pengabdi Setan' dari penjualan tiket mencapai Rp. 126.000.000.000 (Seratus dua puluh enam milyar rupiah). Dikurang dari biaya produksi yang mencapai Rp. 2 milyar, maka keuntungan Film Pengabdi Setan masih di kisaran Rp. 124 milyar. Ini tentu menjadi angka yang fantastis untuk sebuah film produksi dalam negeri.

Selain keberhasilannya dalam menggaet penonton, film ini pun juga turut menyabet tujuh kategori dalam  Festival Film Indonesia (FFI) 2017. Film tersebut menjadi pemenang dalam tujuh kategori nominasi, yakni Penata Suara Terbaik, Penata Musik Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Pencipta Lagu Terbaik, Pemeran Anak Terbaik, dan Penata Efek Visual Terbaik.

Editor     : Risal Saleem